Peran Guru dalam Mengambil Keputusan Sebagai pemimpin Pembelajaran

 Peran Guru dalam Mengambil Keputusan Sebagai pemimpin Pembelajaran



    Trilogi kepemimpinan yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan kita, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tutwuri Handayani secara spesifik memberi amanat pada pendidik untuk dapat menempatkan diri ketika berhadapan dengan peserta didik. Pada saat mana ia menjadi seorang panutan yang tingkah lakunya dicontoh oleh peserta didiknya, pada saat mana ia turut serta peserta didik dalam merumuskan sebuah persoalan dan memecahkannya, dan pada saat mana ia memberi kepercayaan penuh dan mendorong peserta didik dalam mengambil keputusan secara mandiri.

Keseharian kita tidak terlepas dari kegiatan pengambilan keputusan, baik berupa membuat rencana pembelajaran apakah berdiferensiasi atau tidak? bagaimana bentuk diferensiasinya? Bagaimana memberi bantuan kepada beberapa peserta didik yang mengalami ketertinggalan? apakah melanjutkan materi atau memberi pendampingan terhadap siswa yang mengalami kendala. Pengambilan keputusan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya didasarkan pada pertimbangan yang matang. Selain pada pembelajaran yang ada di kelas, banyak hal di sekolah yang menuntut kecermatan kita dalam mengambil keputusan. Apalagi ketika kita menjabat tanggung jawab lebih besar, misalnya sebagai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Bendahara, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, dan tugas tambahan lainnya.

Dalam program pendidikan guru penggerak angkatan 4 yang kami ikuti, kami belajar salah satu modul yang berisi tentang pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu kita garis bawahi antara lain sebagai berikut:

1. Dalam mengambil sebuah keputusan, kita perlu memahami masalah yang dialami adalah bujukan moral atau dilema etika.

Ketika kita mengambil keputusan, kita akan menghadapi alternatif-alternatif keputusan yang diambil, biasanya kita akan berhadapan dengan dua pilihan keputusan yang harus diputuskan. Ketika dua pilihan atau opsi yang ada sesungguhnya jika diteliti berdasarkan norma hukum dan norma lainnya sesungguhnya pada keadaan opsi pertama "benar" dan opsi yang kedua "salah", maka sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan kasus bujukan moral. Untuk menghadapi kasus ini, kita perlu menanyakan kepada diri sendiri mengenai prinsip kita untuk taat pada norma atau tidak?.  Misalnya ketika seorang guru mendapati peserta didiknya menggunakan narkoba, ia dihadapkan pada pengambilan keputusan untuk merahasiakan atau melaporkannya ke pihak berwajib. Jelas, bahwa ini adalah kasus bujukan moral, keputusan untuk melaporkan ke pihak yang berwajib telah sesuai dengan norma hukum yang ada.

Namun jika masalah yang dihadapi memiliki alternatif penyelesaian, di mana opsi pertama "benar" dan opsi kedua juga "benar", maka di sini kita sedang menghadapi sebuah masalah dilema etika yang perlu langkah-langkah pengujian pengambilan keputusan. Contoh kasus dilema etika misalnya ketika kita berhadapan dengan seorang siswa yang menghilangkan buku perpustakaan, ia menyampaikan bahwa buku tersebut hilang bersama tas yang hilang ketika ia menunaikan ibadah di sebuah masjid sewaktu pulang, padahal pada peraturan perpustakaan tertulis, buku yang hilang harus diganti dengan buku yang sama, sedangkan siswa tersebut tergolong siswa miskin. dalam kasus ini adalah benar jika kita tetap memberi denda sesuai dengan aturan, dan benar pula jika kita memberikan pengecualian karena kita peduli dengan hal yang dialami oleh siswa. Keputusan yang diambil perlu sebijak mungkin dengan pengujian norma, uji etika, uji halaman koran (apakah kasus tersebut patut dipublikasikan), apakah ada opsi pengambilan keputusan yang lain, hingga refleksi pengambilan keputusan itu apakah sudah benar atau belum.

2. Dalam mengambil keputusan kita perlu memahami prinsip-prinsip pengambilan keputusan

Berpikir dalam mengambil keputusan paling tidak menggunakan salah satu dari tiga prinsip berikut:

a. Prinsip berpikir berdasarkan hasil akhir yang diperoleh oleh sebuah keputusan

b. Prinsip berpikir berdasarkan peraturan atau norma yang ada

c. Prinsip berpikir berdasarkan rasa peduli


Implementasi pengambilan keputusan di dalam kelas ataupun di luar kelas memiliki dampak yang besar bagi perkembangan peserta didik. Ketika kita berhadapan dengan salah satu siswa yang belum memahami sebuah konsep, sementara hampir mayoritas kelas telah memahaminya, kira-kira keputusan apa yang akan Anda ambil? apa pertimbangannya? Satu sama lain guru bisa memiliki jawaban yang berbeda bergantung prinsip pengambilan keputusan yang diambil dan keadaan yang ada. Tentunya keputusan apapun yang harus kita putuskan sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya selalu berpihak kepada tercapainya keselamatan dan kebahagian peserta didik saat ini dan di masa yang akan datang.

Comments

  1. Bagus sekali tulisannya, menginspirasi, tidak hanya guru yang perlu bijak dalam memutuskan, orang tua juga harus bijak dalam mengambil keputusan untuk pendidikan anaknya, misal ada masalah di sekolah diselesaikanlah di sekolah, jangan sedikit sedikit lapor gubernur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas tambahannya Bapak Prayudi

      Delete
  2. Menyimak apa yang dituliskan, memang ketika kita terus melakukan refleksi, setiap hari kita akan mengalami hal hal seprti yang diuraikan.Seorang pemimpin pembelajar, hendaknya benar - benar memiliki sebuah kematangan agar tidak menemukan kendala dalam menghadapi setiap persoalan. Prinsipnya adalah setiap keputusan yang diambil hendaknya berpihak pada murid, seperti pada poin 2 diurakkan tentang Prinsop - prinsip pengambilan Keputusan. Semoga ini akan menjadi bekal bagi saya, dan bagi setiap orang yang membaca tulisan yang sangat luar biasa ini. Salam bahagia,,,
    Terus Bergerak
    Wujudkan Merdeka Belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas tambahan kelengkapannya Bapak

      Delete
  3. Mantap.... Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Menjadi Guru yang kreatif dituntut untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami siswanya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

REMIDIAL DAN PENGAYAAN FISIKA KELAS X SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2023/ 2024

Diskusi Interaktif: Penerapan Rumah Belajar Kemdikbud dalam RPP dan Pembelajaran